Langkah Budidaya Ikan Nila untuk Bisa Jadi Jutawan

Kamu berminat mendapatkan penghasilan di atas rata-rata dari karyawan kantor. Itu semua bisa diwujudkan dengan membuka usaha sambilan. Perlu adanya tekad untuk melakukannya secara konsisten apalagi bagi orang yang sudah bekerja sekalipun. Salah satu ide bisnis yang bisa dilakukan adalah budidaya nila.

Kamu bisa menjual hasil nila setelah besar kepada warung-warung di sekitar rumah atau pun memasok kepada restoran yang memiliki menu ikan pada tempat mereka. Bahkan memelihara ikan nila itu cukup mudah dan bisa kamu makan sendiri bila belum terlalu laku. Langsung saja simak cara melakukan budidaya ikan berikut.

Cara Membuat Budidaya Ikan Nila

Melakukan budidaya terhadap ikan nila memang perlu sedikit modal. Setidaknya kamu perlu memilih lokasi pembuatan kolam ikan yang tepat. Setelah pemilihan lokasi, kolamnya perlu mendapatkan pengairan secara rutin. Kalau kamu sudah tidak sabar, langsung saja simak pembahasan berikut ini.

1. Pemilihan Lokasi Pembuatan Kolam Nila

Memelihara ikan nila berbeda dari memelihara ikan lele. Kamu perlu memilih lokasi yang tepat, sehingga ikan nila bisa berkembang dengan baik. Tahapan ini sangat krusial bagi pengusaha yang berniat serius dalam melakukan budidaya ikan nila.

Air untuk memelihara ikan ini perlu banyak, sehingga pembuatan kolam bisa memanfaatkan tanah liat yang memiliki sifat penahan air yang baik. Kamu juga perlu membuat kolam dengan kemiringan spesifik antara 3 – 5%. Tujuan dari adanya kemiringan tersebut untuk memudahkan proses pengairan. Air yang dipakai di kolam juga tidak boleh keruh maupun terkontaminasi dengan bahan kimia.

Budidaya Ikan Nila

2. Persiapan kolam

Kolam yang sudah dibuat tidak bisa langsung digunakan dan perlu sejumlah persiapan dahulu selama dua minggu. Setelah membuat kolam, maka perlu dikeringkan sampai hampir seminggu. Setelah itu perlu membersihkan secara rutin bagian dasar kolam dengan mencabut berbagai macam rumput yang tumbuh di sana. Bagian dasar bisa dibuat menjadi lebih rata dengan cara dicangkul.

Kamu juga perlu memasang saringan pada bagian pintu masuk dan keluar air kolam. Pastikan untuk menaburkan kapur tohor dalam rangka memberantas hama dan juga menyesuaikan pH tanah untuk ikan nila. Kamu juga perlu menaburkan pupuk kandang dengan kadar 10 meter persegi. Ini bisa ditaburkan pada pintu masuk air dalam rangka memacu pertumbuhan fitoplankton yang merupakan pakan alami nila.

3. Mengaliri Kolam Nila dengan Air

Kolam yang sudah siap untuk diisi air bisa segera dialiri dengan air. Setidaknya aliri air sampai kedalaman 5 sampai 10 cm. Selanjutnya biarkan air tersebut tetap ada di sana selama 2 – 3 hari. Setelah itu tambahkan airnya sampai kedalaman 100 cm.

4. Menebar Bibit Nila

Setelah kamu melakukan langkah ketiga, maka kolam sudah siap diisi bibit ikan nila. Kamu bisa membeli bibit ikan nila langsung dari indukan nila maupun beli di pasar bibit ikan nila. Cara yang paling mudah dilakukan oleh semua orang yang melakukan budidaya ikan nila adalah langkah kedua.

Kamu perlu memilih bibit ikan nila berkualitas dan ini bisa diwujudkan dengan membeli bibit yang harganya sedikit lebih mahal. Bibit yang baik adalah memiliki berat kurang dari 30 gram. Pilihan yang memiliki warna yang sama.

5. Pemeliharaan Ikan Nila dan Masa Panen

Tahap terakhir adalah pemeliharaan dan panen. Ketika kamu sudah mengisi kolam dengan bibit nila, maka kamu perlu melakukan pemeliharaan. Kamu perlu memberikan pakan secara rutin sebanyak 2 sampai 3 kali sehari dan mengawasinya. Ganti air kolam secara berkala dan jaga ketinggian air kolam sekitar 70 sampai 100 cm. Jika umur bibit sudah mencapai 3 bulan, maka ikan tersebut sudah mencapai berat yang ideal untuk dipanen.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles