Merintis Usaha Jamu di Era Modern, Menghidupkan Tradisi Leluhur

Orang Indonesia pada umumnya mengenal jamu. Jamu merupakan minuman herbal yang dibuat dari bahan-bahan alami dengan menggunakan cara pembuatan yang tradisional. Zaman dahulu, sebelum obat-obatan modern dikenal oleh orang Indonesia, jamu menjadi metode pengobatan yang banyak digunakan. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat jamu memang diketahui memiliki khasiat yang bermacam-macam. Jamu biasanya dibuat dari daun-daunan hijau hingga rhizoma tanaman. Ada yang memiliki manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membuat kulit terlihat lebih sehat, hingga membuat menstruasi menjadi lebih lancar (untuk perempuan).

Jamu biasanya identik sebagai minuman yang dikonsumsi oleh orang tua.Akan tetapi, saat ini mulai banyak anak muda yang tertarik untuk mengonsumsi produk jamu. Alasan utamanya adalah karena jamu terbuat dari bahan-bahan alami. Mulai tumbuh kesadaran dalam diri anak muda untuk mengurangi konsumsi zat aditif berbahan dasar kimia. Minat ini tentunya dapat dimanfaat sebagai sebuah lahan bisnis bagi wirausaha yang sedang mencari ide baru. Beberapa usaha kecil yang mengusung konsep jamu modern mulai bermunculan di pasaran. Apabila Anda tertarik untuk menjajal bisnis ini, cukup banyak kesempatan untuk membuat bisnis jamu modern yang unik.

Salah satu hal yang membuat anak muda urung meminum jamu adalah karena higienitas proses pembuatan dan penyajiannya. Zaman dahulu, para pengrajin jamu memanfaatkan alat-alat tradisional seperti tumbukkan dan parutan yang mungkin tidak disterilkan sesuai dengan standar produksi bahan pangan dan kesehatan modern. Oleh karena itu, ada baiknya jika calon wirausaha jamu modern memikirkan hal ini dengan baik. Metode produksi steril yang diaplikasikan bahkan dapat menjadi materi pemasaran yang mampu menarik lebih banyak pelanggan. Sterilisasi ini tidak hanya dalam proses pembuatan jamu saja, namun juga mencakup pengemasannya.Proses Penyajian Jamu Tradisional

Selain metode pembuatan yang steril, metode ekstrasi bahan-bahan pembuat jamu juga perlu menjadi perhatian. Dahulu, proses pembuatan jamu dilakukan dengan cara yang tradisional untuk mengambil sebanyak mungkin sari dari bahan-bahan penyusun jamu. Berkat teknologi modern, kita sekarang mengetahui metode-metode baru untuk mengekstrasi khasiat bahan alami pembuat jamu secara maksimal. Terdapat mesin-mesin modern seperti juicer tertentu yang dapat memproduksi sari dengan kuantitas lebih besar yang berarti efisiensi produksi semakin meningkat. Apabila Anda tertarik untuk memulai bisnis jamu modern, maka sebaiknya perlu juga untuk berinvestasi pada alat-alat yang akan membuat proses produksi menjaid lebih efisien.

Packaging atau pengemasan merupakan satu unsur pokok lainnya yang patut diperhatikan. Di zaman dulu, jamu dijual dengan cara langsung disajikan kepada pembeli di tempat sehingga penjual tidak perlu memikirkan pengemasan yang pas. Namun, saat ini banyak orang yang cenderung memilih membeli jamu yang dikemas dengan alasan praktis dan mudah dibawa kemana saja. Beberapa produsen jamu modern sekarang menggunakan botol plastik untuk mengemas jamunya. Jika jamu disimpan di kulkas, maka ia akan dapat bertahan lebih lama. Selain itu pula, wadah botol yang tertutup melindungi produk jamu dari kontaminan.  Karena alasan lingkungan, ada juga produsen yang memilih menggunakan kemasan botol kaca untuk memasarkan produknya.

Usaha jamu cukup menjanjikan mengingat minat pasar yang semakin meningkat. Akan baik jika peminat usaha menentukan target pasar terlebih dahulu sebelum memulai merintis usaha ini. Apabila segmen pasar yang dituju adalah anak-anak muda maka sebaiknya produsen membuat formula jamu yang sesuai minat mereka disertai dengan kemasan yang juga menarik perhatian.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles